Depan > Index Berita > 71 PESERTA DARI KUA MENGIKUTI ORIENTASI PROGRAM KKBPK
71 PESERTA DARI KUA MENGIKUTI ORIENTASI PROGRAM KKBPK
Selasa, 29 Agustus 2017

​BKKBN—MALUT: Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Orientasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi Badan Penasehat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4), Senin (28/8). 

Orientasi KKBPK untuk KUA.jpg
 
Kegiatan yang dipusatkan di Metting Room Surya Pagi Ternate itu diikuti oleh 71 peserta dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan di Malut, masing-masing di antaranya 5 peserta Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Morotai, 12 peserta dari Halmahera Utara, 7 peserta dari Tidore Kepulauan, 20 peserta dari Halmahera Selatan, 6 peserta dari Sula, Haltim dan 1 peserta dari Kabupaten Pulau Taliabu.
Kepala Perwakilan BKKBN Malut, Drs Putut Riyatno, M.Kes menjelaskan, BP4 sebagai lembaga mitra pemerintah yang profesional, dan independen berperan penting dalam memberikan pembekalan bagi calon pengantin yang akan melangsungkan perkawinan. Karena itu dengan Orientasi Program KKBPK diharapkan dapat menjadi refrensi bagi petugas BP4 dalam memberikan bimbingan dan nasehat terhadap calon pengantin agar mereka dapat memahami hak dan kewajiban serta tanggung jawab yang kelak melekat dalam diri setiap pasangan suami istri.
“Petugas BP4 selain dari memberikan nasehat kepada calon pengantin bagaimana membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah, juga memeberikan pemahaman program KKBPK,” katanya.
Putut menambahkan, dengan melihat fenomena angka penceraian yang cenderung meningkat, setiap tahun lebih dari 10 persen. Hal ini dinilai sangat mengganggu dalam mengawal setiap keluarga untuk memiliki ketahanan keluarga yang dimulai sejak dari calon pengantin, sebagai cita-cita leluhur yang diamanatkan dalam pasal 47 UU nomor 52, tahun 2009. “Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menetapkan kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan keluarga dan kesejahteraan keluarga menuju terciptanya keharmonisan keluarga, sehingga dapat terwujud ketahanan keluarga tangguh yang mampu menjalankan fungsi keluarga dengan baik,” paparnya.
Sementara Ketua Panitia, M. Syarif Silia mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta pengetahuan para petugas KUA atau BP4 agar dapat memberikan nasehat perkawinan kepada  calon pengantin supaya mereka dapat mempersiapkan dirinya sebelum memutuskan untuk menikah. “Dan memahami tugas serta fungsi keluarga seutuhnya,” katanya. (humas)